1
pagi basah merentas embun d sudut daun-daun bougenvil yg d tanam paksa
d pinggir pinggir kota berasap
seorang lelaki tua beranjak meratapi hari yang masih pekat
menggelinding sepi di sela sela jejak tapak
membawa mimpi dalam tidurnya semalam
tentang seonggok roti Belanda hangat bersama secangkir kopi pekat berkarat
di persimpangan yang berdebu meski hujan mendera kasar tadi malam
lelaki dengan gurat-gurat kasar diwajahnya turut menghiasi persimpangan jalan itu
bersama alunan terompet busuk berliur
mengeluarkan nada renyah dikunyah meski beraroma parah
sepasang kekasih berbau syahwat berlalu melintas saling merangkul
cekikikan memandang lelaki lusuh berpeluh....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar